Oleh: masadini | Desember 20, 2012

Pijat Bayi

Pijat adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang telah dipraktekkan sejak berabad-abad silam. Pijat pertama yang dialami setiap manusia terjadi saat berada dalam rahim ibu, didekap oleh rahim ibu dan dibelai oleh air ketuban. Di dalam rahim ibu, bayi didendang dan ditenangkan oleh suara detak jantung dan diayun secara ritmis dan lembut oleh gerakan napas ibu yang teratur serta dibelai lembut oleh cairan ketuban.

 

Manfaat pijat bayi sebagai berikut :

1.  Dampak biokimia yang positif

  • Penurunan kadar hormon stres (catecholamine)
  • Meningkatkan kadar serotonin
  • Peningkatan kadar zat daya tahan tubuh (immunoglobulin) terutama IgG, IgA, dan IgM.

2.  Dampak klinis yang positif

  • Peningkatan jumlah sel dan daya racun (sitotoksisitas) dari sistem imunitas (sel pembunuh alami/natural killer cells)
  • Mengubah gelombang otak secara positif
  • Memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan
  • Merangsang fungsi pencernaan serta pembuangan
  • Meningkatkan kenaikan berat badan
  • Mengurangi depsresi dan ketegangan
  • Meningkatkan kesiagaan
  • Membuat tidur lelap dan setelah bangun, konsentrasinya lebih penuh dan lebih kritis
  • Mengurangi rasa sakit
  • Mengurangi kembung dan colic (sakit perut)
  • Meningkatkan hubungan orang tua dan bayi (bonding)
  • Meningkatkan volume air susu ibu
  • Melatih respon saraf pada tubuh bayi yang dapat memacu perkembangan reflek tubuh bayi
  • Membantu perkembangan susunan otot bayi
  • Mempercepat myelinasi (proses perbaikan sistem saraf tatkala jaringan saraf tertutup lemak yang disebut myelin).

3.  Segi psikologis

  • Apabila pijat bayi tersebut dilakukan oleh orang tua bayi, maka hal tersebut akan menambah kedekatan antara bayi dan orang tua. Karena bahasa sentuhan cinta sangat mempengaruhi perasaan bayi
  • Mengembangkan terjalinnya komunikasi bayi. Karena dapat merangsang kontak mata, ekspresi wajah, dan ekspresi tubuh bayi
  • Memberikan rasa nyaman pada bayi
  • Membuat bayi lebih tenag dan tidak mudah rewel.

4.  Bagi orang tua

  • Lebih percaya diri terhadap pean barunya
  • Mengisi waktu secara berkualitas
  • Meningkatkan kompetensi dalam menenangkan dan menyamankan bayi
  • Relaks dan menyenangkan
  • Membuat orang tua lebih responsif terhadap kebutuhan bayi

 

Tahap-tahap pijat bayi usia 3 bulan – 3 tahun :

1.  Kaki

  • Perahan cara India : Peganglah kaki bayi pada pangkal paha seperti memegang pemukul softball, kemudian gerakkan tangan ke pergelangan kaki secara bergantian seperti memerah susu atau dengan arah yang sama, gunakan kedua tangan secara bersamaan, mulai dari pangkal paha dengan gerakan memeras, memijat, dan memutar kedua kaki bayi secara lembut.

Gambar

 

  • Perahan cara Swedia : Peganglah kaki bayi pada pergelangan kaki, gerakkan tangan secara bergantian dari pergelangan kaki ke pangkal paha atau gunakan kedua tangan secara bersamaan ke arah yang sama dimulai dari pergelangan kaki dengan gerakan memeras, memijat, dan memutar lembut kaki bayi.

Gambar

  • Telapak kaki : urutlah telapak kaki bayi dengan kedua ibu jari secara bergantian, dimulai dari tumit kaki menuju ke jari atau buatlah lingkaran-lingkaran kecil dengan kedua ibu jari secara bersamaan pada seluruh telapak kaki dimulai dari tumit.

Gambar

 

  • Jari : pijatlah jari-jari kaki satu per satu dengan gerakan memutar menjauhi telapak kaki dan diakhiri dengan tarikan lembut pada setiap ujung jari.

Gambar

  • Punggung kaki : dengan kedua ibu jari, buatlah lingkaran di sekitar kedua mata kaki sebelah dalam dan luar kemudian urutlah seluruh punggung kaki dengan kedua ibu jari secara bergantian dari pergelangan kaki ke arah jari atau buatlah gerakan yang membentuk lingkaran-lingkaran kecil dengan kedua ibu jari secara bersamaan, dari daerah mata kaki ke jari kaki.

Gambar

 

  • Gerakan menggulung : pegang pangkal paha dengan kedua tangan anda kemudian buatlah gerakan menggulung dari pangkal paha menuju pergelangan kaki.

Gambar

  • Gerakan akhir : rapatkan kedua kaki bayi, lalu letakkan kedua tangan anda secara bersamaan pada pangkal paha kemudian usap dengan halus kedua kaki bayi dari atas ke bawah.

Gambar

 

2.  Perut : untuk pemijatan di bagian perut hindari pemijatan pada tulang rusuk atau ujung tulang rusuk.

  • Mengayuh pedal sepeda : lakukan gerakan pada perut bayi seperti mengayuh pedal sepeda, dari atas ke bawah perut, bergantian dengan tangan kanan dan kiri.

Gambar

 

  • Menekan perut : tekuk kedua lutut bayi bersamaan dengan lembut ke permukaan perut bayi, dapat juga secara bergantian, dimulai dengan lutut kanan dan dilanjutkan dengan lutut kiri.

Gambar

  • Bulan-matahari : buat lingkaran dengan ujung-ujung jari tangan kanan mulai dari perut sebelah kanan bawah (daerah usus buntu) sesuai arah jarum jam kenudian kembali ke daerah kanan bawah (seperti bentuk bulan), diikuti oleh tangan kiri yang selalu membuat bulatan penuh (seperti bentuk matahari).

Gambar

  • Jam : dengan membayangkan perut bayi bagian paling atas dianggap jam 12,  bagian paling bawah perut dianggap jam 6. buat lingkaran searah jarum jam dengan tangan kanan anda dibantu tangan kiri dimulai pada jam 8 (di daerah usus buntu).

Gambar

  • Gerakan ”I Love You” : Pijatlah perut bayi mulai dari bagian kiri atas ke bawah dengan menggunakan jari-jari tangan kanan seolah membentuk huruf ”I” kemudian bentuklah huruf ”L” terbalik dengan melakukan pemijatan dari kanan atas perut bayi ke kiri atas lalu ke kiri atas kemudian dari kiri atas ke kiri bawah, selanjutnya bentuklah huruf ”U” terbalik, dimulai dari kanan bawah (daerah usus buntu) ke atas lalu ke kiri, ke bawah, dan berakhir di perut kiri bawah.

Gambar

 

  • Gelembung : letakkan ujung-ujung jari pada perut bayi di bagian kanan bawah dan buatlah gerakan dengan tekanan sesuai arah jarum jam dari kanan bawah ke kiri bawah guna memindahkan gelembung-gelembung udara.

Gambar

 

3.  Dada 

  • Buku tua : dengan kedua telapak tangan, buatlah gerakan dari tengah dada ke samping luar seolah sedang meratakan kertas pada buku tua.

Gambar

 

  • Jantung besar dan kupu-kupu : buatlah gerakan yang membentuk gambar jantung dengan meletakkan ujung-ujung jari kedua tangan anda di ulu hati. Setelah itu, buat gerakan ke atas sampai di bawah leher kemudian ke samping di atas tulang selangka lalu ke bawah kembali ke ulu hati seolah membuat gambar jantung. Gerakan dilanjutkan dengan membuat gambar kupu-kupu. Dimulai dengan tangan kanan yang memijat menyilang dari ulu hati ke arah bahu kanan, dan kembali ke ulu hati kemudian dengan tangan kiri ke bahu kiri, dan kembali ke ulu hati.

Gambar

  • Jantung kecil : buatlah gerakan seperti gambar jantung kecil di sekitar puting susu.

Gambar

  • Burung kecil : buatlah gerakan seolah membuat gambar jantung besar hingga ke tepi selangka kemudian dengan jari-jari tangan yang diregangkan buatlah gerakan seolah membuat gambar sayap burung kecil, dimulai dari samping dada ke atas.

Gambar

 

4.  Tangan

  • Perahan cara India : Peganglah lengan bayi dengan kedua telapak tangan mulai dari pundak seperti memegang pemukul softball, kemudian gerakkan tangan kanan dan kiri ke bawah secara bergantian dan berulang-ulang seolah memerah susu sapi atau dengan kedua tangan lakukan gerakan memeras, mamijat, dan memutar secara lembut pada lengan bayi mulai dari pundak ke pergelangan tangan.

                                Gambar          Gambar

  • Perahan cara Swedia : pijatan dimulai dari pergelangan tangan ke arah badan untuk mengalirkan darah ke jantung dan paru-paru. Gerakkan tangan kanan dan kiri secara bergantian, mulai dari pergelangan ke arah pundak atau dengan kedua tangan lakukan gerakan memeras, memutar, dan memijat secara lembut pada lengan bayi mulai dari pergelangan tangan ke pundak.

Gambar

 

  • Telapak tangan : dengan kedua ibu jari, pijatlah telapak tangan seolah membuat lingkaran-lingkaran kecil dari pergelangan tangan ke arah jari-jemari. Sedangkan keempat jari lainnya memijat punggung tangan.

Gambar

 

  • Jari : pijat jari bayi satu per satu menuju ujung jari dengan gerakan memutar. Akhiri gerakan ini dengan tarikan lembut pada tiap ujung jari.

Gambar

 

  • Gerakan menggulung : peganglah lengan bayi bagian atas/bahu dengan kedua telapak tangan. Bentuklah gerakan menggulung dari pangkal lengan menuju pergelangan tangan/jari-jari.

Gambar

 

  • Gerakan akhir : rapatkan kedua lengan bayi pada badannya, usap dengan lembut kedua lengan bayi dengan kedua tangan anda secara bersamaan mulai dari pundak sampai ke pergelangan tangan.

Gambar

5.  Muka

  • Membasuh muka : tutuplah wajah bayi dengan kedua telapak tangan anda dengan lembut sambil berbicara pada bayi secara halus. Gerakkan kedua tangan anda ke samping pada kedua sisi wajah bayi seperti gerakan membasuh muka.

                              Gambar         Gambar

 

  • Dahi : menyetrika dahi, letakkan jari-jari kedua tangan anda pada pertengahan dahi. Tekankan jari-jari anda dengan lembut mulai dari tengah dahi bayi ke arah samping kanan dan kiri seolah menyetrika dahi. Setelah itu, gerakkan ke bawah ke daerah pelipis dan buatlah lingkaran-lingkaran kecil di pelipis kemudian gerakkan ke arah dalam melalui daerah pipi di bawah mata.

Gambar

 

  • Alis : menyetrika alis, letakkan kedua ibu jari anda di antara kedua alis mata. Lalu pijat bagian atas mata/alis mulai dari tengah ke samping seperti menyetrika alis.

Gambar

 

  • Hidung : senyum pertama, letakkan kedua ibu jari anda di antara kedua alis. Tekanlah ibu jari anda dari pertengahan kedua alis turun melalui tepi hidung ke arah pipi kemudian gerakkan ke samping dan ke atas seolah membuat bayi tersenyum.

Gambar

  • Rahang atas : senyum kedua, letakkan kedua ibu jari anda pada pertengahan rahang atas atau di atas mulut di bawah sekat hidung. Gerakkan kedua ibu jari anda dari tengah ke samping dan ke atas ke daerah pipi seolah membuat bayi tersenyum.

Gambar

 

  • Dagu/rahang bawah : senyum ketiga, letakkan kedua ibu jari anda di tengah dagu. Tekankan dua ibu jari pada dagu lalu gerakkan dari tengah ke samping kemudian ke atas seolah membuat bayi tersenyum.

Gambar

 

  • Belakang telinga : dengan tekanan lembut, gerakkan jari-jari kedua tangan anda dari belakang telinga kanan dan kiri ke tengah dagu atau gerakkan jari-jari kedua tangan anda dari belakang telinga membentuk lingkaran-lingkaran kecil ke seluruh kepala.

Gambar

6.  Punggung

  • Gerakan maju mundur : kuda goyang, tengkurapkan bayi melintang di depan anda dengan kepala di sebelah kiri dan kaki di sebelah kanan anda. Pijatlah dengan gerakan maju mundur menggunakan kedua telapak tangan di sepanjang punggung bayi, dari bawah leher sampai ke pantat bayi.

Gambar

 

  • Gerakan menyetrika : lakukan usapan dengan telapak tangan kanan anda menyerupai gerakan menyetrika, dimulai dari pundak ke bawah sampai ke pantat.

Gambar

 

  • Gerakan melicinkan kertas : tengkurapkan bayi anda dengan kaki mengarah pada anda. Letakkan kedua telapak tangan anda pada pantat bayi kemudian usaplah kedua sisi tulang belakang dengan lembut mulai dari pantat ke atas sampai ke bahu seolah anda sedang melicinkan kertas kumal yang panjang.

Gambar

  • Gerakan melingkar : buatlah gerakan-gerakan melingkar kecil-kecil dengan jari-jari kedua tangan anda, mulai dari batas leher atas turun ke bawah sampai batas leher bawah kemudian menyusuri bahu kanan dan kiri. Setelah itu, lanjutkan dengan gerakan dari batas leher bawah turun ke bawah di sebelah kanan dan kiri tulang punggung sampai pantat.

Gambar

 

  • Gerakan menggaruk : tekankan dengan lembut kelima jari-jari tangan kanan anda pada punggung bayi kemudian buat gerakan seperti menggaruk ke bawah memanjang sampai ke pantat bayi.

Gambar

 

Tindakan yang dianjurkan selama pemijatan :

  1. Pandanglah mata bayi disertai pancaran kasih sayang selama pemijatan berlangsung
  2. Bernyanyilah atau putarkanlah lagu-lagu yang tenang/lembut untuk menciptakan suasana tenang selama pemijatan
  3. Awali pemijatan dengan melakukan sentuhan ringan kemudian secara bertahap tambahkanlah tekanan pada sentuhan tersebut, terutama bila anda sudah yakin bahwa bayi mulai terbiasa dengan pijatan yang sedang dilakukan
  4. Tanggaplah pada isyarat yang diberikan bayi anda. Bila bayi menangis, cobalah untuk menenangkannya sebelum melanjutkan pemijatan. Bila bayi menangis lebih keras, hentikanlah pemijatan, karena mungkin bayi minta digendong, disusui, atau sudah mengantuk dan ingin tidur
  5. Mandikan bayi segera setelah pemijatan berakhir agar bayi merasa segar dan bersih setelah terlumuri minyak atau baby oil/lotion
  6. Lakukan konsultasi pada dokter atau perawat untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut tentang pemijatan bayi
  7. Hindarkan mata bayi dari percikan atau lelehan minyak atau baby oil/lotion.

 

Tindakan yang tidak dianjurkan :

  1. Jangan memijat bayi langsung setelah bayi selesai makan
  2. Jangan membangunkan bayi khusus untuk pemijatan
  3. Jangan memijat bayi pada saat bayi dalam keadaan tidak sehat
  4. Jangan memijat bayi pada saat bayi tak mau dipijat
  5. Jangan memaksakan posisi pijat tertentu pada bayi.

 

Oleh: masadini | Desember 20, 2012

BABY SPA

Berbagai macam hidroterapi dapat diterapkan pada anak-anak, tergantung usia dan kondisi anak. Salah satu hidroterapi yang sering dilakukan pada anak adalah baby spa.

1.   Pengertian

Dari asal katanya SPA (Solus Per Aqua) yang berasal dari bahasa latin memiliki arti  Solus ( pengobatan / perawatan), Per (dengan), Aqua (air). Sehingga SPA berarti suatu sistem penyembuhan dengan menggunakan air.

SPA dalam pelayanan kesehatan adalah treatment yang mencakup promotif dan preventif. SPA disini lebih diarahkan untuk perawatan yang mencakup body (fisik), mind, spirit, supaya tercapai kedamaian dan relax (kenyamanan).

2. Unsur Dasar Spa

a.  Terapi Air (hidroterapi)

Adalah penggunaan air dan atau dengan ramuan bahan alam (tumbuhan, mineral, minyak atsiri, garam, susu, lumpur, lulur) untuk perawatan kesehatan tubuh dengan mengatur suhu, tekanan, arus, kelembaban serta kandungan air.

b. Pijat (massage)

Adalah tehnik perawatan tubuh dengan cara pemijatan yang menggunakan gerakan anggota tubuh (tangan, jari, siku, kaki) dan atau alat bantu lain pada jaringan lunak (kulit, otot, Saraf) yang memberi efek stimulasi, rileksasi, melancarkan peredaran darah, peredaran limfe (getah bening)

3.    Manfaat Baby Spa

a. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan perkembangan mental.

Saat lahir, otak bayi memiliki sedikit informasi tentang bagaimana untuk bergerak di lantai karena dia tidak pernah memiliki pengalaman itu. Namun, bayi sudah memiliki tujuh bulan informasi tentang bagaimana rasanya bergerak dalam lingkungan berair.  Memberikan kesempatan bagi bayi untuk bergerak di dalam air adalah cara yang ideal untuk mengembangkan tubuh sehingga memperkuat ekstremitas (lengan, tangan, kaki, jari-jari).

Selain itu memperkenalkan bayi ke air dapat membantu menghindari pengalaman traumatis dalam air.

b. Meningkatkan perkembangan sensorik

Dalam lingkungan air tubuh neonatus terapung dan jalur sensorik semua bayi berkembang, seperti penglihatan, pendengaran, perasaan, rasa dan sensasi bau. Untuk alasan ini, sangat penting bahwa mereka memiliki kesempatan untuk berenang sejak hari pertama kehidupan atau sesegera mungkin.

c. Meningkatkan kepercayaan diri

Berdasarkan teori yang ada, melakukan terapi baby spa selama 1 tahun akan membuat si kecil terlihat lebih ceria dan penuh percaya diri.

d. Meningkatkan kapasitas paru-paru, memperkuat jantung

e. Membuat bayi tidur nyenyak

f. Meningkatkan berat badan

4. Usia Tepat Baby Spa

Usia 3-6 bulan adalah saat tepat bagi bayi untuk mulai melakukan baby spa. Setelah usia 3 bulan neck control sudah baik sehingga kepala bayi dapat tegak. Bayi juga memiliki sepasang refleks yang dapat membuat mereka berenang dengan baik yaitu refleks menyelam (dive reflek) dan refleks berenang (swim reflek). Refleks menyelam, yang disebut juga respon bradycardic, menyebabkan bayi untuk menahan nafas mereka dan membuka mata mereka ketika terendam.

Refleks renang bayi ada sampai bayi berumur sekitar 6 bulan, bayi yang ditempatkan di air akan menggerakkan lengan dan kaki dalam gerakan renang. Ketika refleks berenang dan refleks menyelam keduanya terlibat, bayi bisa terlihat seperti perenang yang alami.

5.   Persiapan Baby Spa

Yang harus dipersiapkan terapis untuk baby spa adalah :

a. Bak mandi

Ukuran bak mandi tidak terlalu sempit sehingga anak dapat leluasa menggerakkan tangan dan kakinya.

b. Pelampung leher (neck ring)

     Neck ring yang dipergunakan adalah neck ring yag berkualitas yaitu aman dan nyaman digunakan.

b. Popok

Gunakan popok dengan perlindungan ganda yang dapat digunakan di dalam air.

c. Handuk

d. Baby oil

e. Mainan anak untuk di kolam

Mainan yang digunakan adalah mainan mengapung di air dan tentu saja aman untuk anak.

Persiapan orang tua bayi untuk baby spa sebagai berikut :

  1. Bayi makan setengah atau satu jam sebelum melakukan baby spa
  2. Siapkan susu atau makanan untuk diberikan setelah baby spa
  3. Bawalah handuk sendiri untuk mengeringkan badan bayi

 

6. Pelaksanaan Baby Spa

1. Pemanasan

Sebelum memulai aktifitas berenang, bayi sebelumnya harus melakukan pemanasan sebentar seperti menekuk kaki, tangan, didampingi oleh terapis. Pemanasan penting karena bertujuan untuk menyiapkan otot dan sendi tubuh. Dengan pemanasan suhu tubuh akan meningkat kurang lebih satu derajat celcius. Kenaikan suhu ini akan diikuti dengan meningkatnya denyut jantung yang akan menyebabkan aliran darah ke seluruh tubuh menjadi lebih cepat sehingga pasokan oksigen ke dalam otot menjadi lebih banyak. Setelah pemanasan ini, diharapkan bayi akan mampu menggerakan anggota tubuh dengan cepat, kuat, sudut gerak yang luas, dan rasa nyaman.
imageBlog

gb. pemanasan

2. Siapkan air hangat dalam kolam dengan suhu sekitar 33° C.

3. Masukkan bayi yang telah dibuka bajunya dan telah menggunakan popok serta neck ring ke dalam bak mandi.

4. Biarkan bayi berenang di dalam bak mandi selama 10-15 menit

5. Angkat bayi dari bak mandi, keringkan dengan handuk

6. Berikan massage pada tubuh setelah diberikan baby oil terlebih dahulu. Saat posisi terlentang massage dimulai dari kaki, perut, dada, tangan dan wajah. Saat tengkurap berikan massage pada punggung bayi

7. Spa bayi selesai bayi dapat diberi minum dan berganti pakaian

Kontraindikasi :

a. Demam

b. Kelainan Jantung bawaan

c. Luka terbuka

 

Oleh: masadini | November 1, 2012

SENAM BAYI

  1. Pengertian Senam Bayi

Senam bayi merupakan latihan untuk membantu stimulasi pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf dan motorik bayi secara optimal. Melalu senam bayi, kedekatan (bonding) antara ibu dan si kecil akan semakin kuat. Dengan senam bayi kita juga bisa mengetahui perkembangan yang salah pada bayi secara dini, sehingga kita dapat melakukan tindakan antisipasi yang tepat agar bayi tumbuh normal.

Senam juga memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenali dirinya sendiri dalam perkembangan yang normal dan dalam pola sikap normal yang sedang berkembang, juga perkembangan otot terkait. Senam bayi sangat penting untuk menguatkan otot-otot dan juga sendi-sendi pada bayi sebagai persiapan bayi untuk duduk, berdiri dan berjalan. Senam bayi dilakukan berdasarkan pola perkembangan bayi.

Mengenal Perkembangan Bayi

  1. 1.      Dasar-Dasar Perkembangan Gerak Normal

Orangtua perlu mengetahui perkembangan motorik bayi. Ini dimaksudkan agar program senam yang dilakukan berjalan sesuai dengan sasaran.

a. Perkembangan gerakan atau keterampilan motorik dimulai dari arah kepala ke kaki.

Dari posisi meringkuk saat dalam kandungan lalu menggerakkan kepala setelah lahir. Gerakan awalnya, bayi dapat mengontrol kepala dan matanya, kemudian menggerakkan kedua tangan dan seterusnya.

b. Dari gerakan yang dekat ke tubuh ke gerakan menjauhi tubuh.

Bahu lebih dekat ke tubuh daripada tangan. Dalam perkembangannya bahu harus lebih stabil terlebih dahulu sebelum melakukan gerakan tangan. Stabilisasi punggung diperlukan sebagai keseimbangan dan menjadi landasan untuk melakukan keterampilan tangan.

c. Dari gerakan otot-otot besar ke gerakan otot-otot halus.

Tahun pertama bayi berkembang dengan cepat dalam mengontrol gerakan motorik kasarnya seperti telentang, tengkurap, duduk, berdiri dan berjalan. Dan keterampilan motorik halusnya, seperti memegang sesuatu dan menulis.

d. Dari gerakan simetris menjadi gerakan terpisah-pisah.

Bayi lahir dalam posisi simetris, bisa menendang dengan kedua kakinya, kemudian mulai memperlihatkan gerakan menendang dengan kaki bergantian.

e. Dari posisi yang stabil ke posisi yang bergerak.

Bayi yang baru lahir belum dapat bergerak atau mengontrol tubuh dengan baik. Dengan meningkatnya kekuatan otot dan stabilitas sendi, mereka mulai bergerak dan harus bisa menjaga keseimbangan serta mengontrol tubuhnya.

f. Dari gerakan yang bersifat refleks ke gerakan otomatis, kemudian menjadi gerakan yang disadari.

Misalnya, jika bayi baru lahir disentuh disekitar bibirnya maka akan menoleh ke arah yang disentuh. Refleks ini berkembang menjadi kepandaian menelan makanan atau menolak makanan yang tidak disukainya.

g. Dari posisi yang mudah untuk menahan keseimbangan menuju posisi yang lebih sulit.

Duduk dilantai lebih mudah bagi bayi daripada duduk ditempat yang lebih tinggi.

  1. 2.    Perkembangan Motorik Kasar Tahun Pertama

Pada dasarnya, perkembangan motorik kasar pada usia 1-12 bulan terdiri atas beberapa tahap. Mulai dari telentang, tengkurap, duduk, merangkak, berdiri, sampai berjalan. Berikut tonggak-tonggak perkembangan motorik bayi yang harus diingat orangtua untuk mengontrol perkembangan motorik anak.

  1. 1-3 Bulan

1)      –    Mengangkat kepala 45-90º.

–    Menumpu pada dua lengan bawah.

2)      –   Mempertahankan kepala tegak, paling sedikit tiga menit.

–    Kaki menendang aktif.

–    Pinggul dapat lurus dengan permukaan tempat tidur.

3)      –   Menggerakkan kedua tangan ke arah tengah, berusaha meraih mainan kearahnya.

    2. 4-6 Bulan

1)      –   Menumpu badan dengan kedua tangan lurus.

–   Melakukan gerakan seperti berenang.

2)      –   Berguling, dari terlentang ke tengkurap dan sebaliknya.

3)      –   Jika ditarik kearah duduk, sudah mengatur sikap kepala dalam keadaan lurus.

    3. 7-9 Bulan

1)      –    Duduk dengan tangan menumpu di depan badan.

2)      –    Berputar-putar dan merayap maju.

–    Onggong-onggong.

3)      –    Berusaha duduk dari posisi tidur.

–    Mencoba berlutut dan berdiri.

     4. 10-12 Bulan

1)      –    Merangkak.

–    Duduk dari posisi tidur.

–    Berdiri sendiri.

2)      –  Berjalan atau merambat dengan satu tangan berpegangan.

3)      –  Beberapa anak sudah mampu berjalan dengan sedikit bantuan atau sendiri.

  1. 3.      Syarat Melakukan Senam Bayi

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan senam bayi yaitu sebagai berikut :

  1. Senam bayi sebaiknya baru dilakukan mulai pada akhir bulan ke-3.
  2. Senam bayi hanya boleh diterapkan pada anak yang sehat.
  3. Otot kepala dan leher bayi sudah kuat.
  4. Bayi tidak mengalami kelainan bawaan, demam, diare, kejang-kejang atau penyakit lain yang disarankan dokter tidak melakukan banyak aktivitas.
  5. Bayi tidak dalam kedaan lapar.
  6. Bayi sudah selesai makan satu jam yang lalu.
  7. Tidak memaksakan bayi melakukan posisi dan gerakan tertentu.
  8. Pada waktu melakukan senam bayi sebaiknya anak menggunakan pakaian yang nyaman/anak sudah tidak memakai baju.
  1. 4.      Manfaat Senam Bayi

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari senam bayi :

  1. Menguatkan otot-otot dan persendian.
  2. Meningkatkan perkembangan motorik.
  3. Meningkatkan fleksibilitas atau daya kelenturan tubuh.
  4. Meningkatkan koordinasi dan keseimbangan.
  5. Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan fungsi tubuh.
  6. Meningkatkan kewaspadaan.
  7. Memperkuat interaksi antara orang tua dan anaknya.
  8. Memperlancar peredaran darah dan memperkuat jantung.
  9. Memudahkan orangtua mendeteksi secara dini adanya gangguan atau hambatan pertumbuhan dan perkembangan.
  10. Meningkatkan kemampuan bayi merespon rangsang dari lingkungan.
  11. Memberi kesempatan kepada bayi untuk bereksplorasi dengan bagian tubuhnya sendiri.
  1. 5.      Gerakan Senam Bayi
    1. Gerakan Senam Bayi Untuk usia 3-5 Bulan

                  Gerakan 1

Memalingkan kepala ke dua arah.

Image        Manfaat :

             Dengan latihan ini dapat menunjang keleluasaan gerakan kepala yang tidak dari mulanya  dikuasai anak.

                   Gerakan 2

                   Permainan tangan-wajah,

                   Usapkan tangan anak ke mukanya,

                   untuk itu tangan anak harus benar-benar terbuka.

Image

Manfaat :

Melalui permainan tangan-wajah, anda menunjang perkembangan tangan, dan melalui tangan anak menemukan wajahnya.

                  Gerakan 3

                  Gosok-gosokkan kedua telapak tangannnya,

                  sampai kedua telapak tangannya itu  benar-benar terbuka.

ImageManfaat :

Latihan dilakukan untuk menegakkan tulang belakang pada bagian leher dan dada, anak akan mengangkat kepala dengan sendirinya ke atas dan dengan begitu meregangkan otot-otot tengkuknya.

                  Gerakan 4

Angkatlah kedua lengan anak sampai dadanya terangkat dari alas.

Image

Manfaat :

Melalui latihan ini anak akan menengadahkan kepalanya, dan tulang belakangnya lurus sampai dengan bagian dada dan bahu.

                  Gerakan 5                  

Image

Manfaat :

Dengan latihan ini anda menunjang pembentukan lekukan telapak pada kaki anak anda dan mencegah terjadinya foot flat atau “kaki leper”.

                   Gerakan 6

Angkat tungkai kanan bawah anak ke atas,

                   Lakukan bergantian dengan tungkai kiri.

Image

                   Gerakan 7

Angkat kaki kanan anak menyilang ke kaki kiri,

                    Lakukan bergantian dengan kaki kirinya.

Image

Manfaat gerakan 6 dan 7 :

Dengan latihan ini akan meningkatkan kekuatan otot perut dan tulang belakang bagian bawah, serta menambah kemampuan gerak dan kelenturan otot tubuh anak.

                   Gerakan 8

                   Posisikan anak tidur miring ke sisi kanan.

                   Bantu dengan tangan anda yang menekan

                   dan mendorong bokong dan punggung anak secara perlahan-lahan.

ImageManfaat :

Melatih anak meraih dalam posisi menyilang, melatih perubahan berat badan pada posisi menyilang, menstimulasi gerakan berguling (rolling) ke arah perut, dan koordinasi tangan dan mata.

Catatan :

– Setiap gerakan dilakukan 3-5 kali hitungan.

Oleh: masadini | Oktober 28, 2010

Terapi Snoezelen

TERAPI SNOEZELLEN

Oleh: masadini | Juli 26, 2010

D C D (Developmental Coordination Disorder)

D C D (Developmental Coordination Disorder)

Developmental Coordination Disorder adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kesulitan seseorang dalam mengembangkan keterampilan gerakannya. Kondisi ini mempengaruhi anak dalam mengerjakan tugas sehari-hari di rumah, dalam bermain dan di lingkungan sekolah.

Penyebab DCD belum diketahui secara pasti. Yang diketahui pada gangguan ini adalah timbulnya kesulitan dalam pengolahan informasi antara otak dan tubuh, yang mempengaruhi kemampuan anak untuk bergerak secara efektif.

Gangguan ini tidak hanya berdampak pada anak secara langsung, tetapi juga berdampak secara tidak langsung pada saudara kandung, orang tua, keluarga yang lebih luas, teman-teman dan guru. Bukti menunjukkan bahwa anak-anak tidak terbebas dari DCD. Gangguan ini dapat berlanjut hingga ke masa remaja dan kadang-kadang dalam kehidupan dewasa.

KARAKTERISTIK DCD – Ruang Lingkup Disfungsi :

1. Dyspraxia – Kesulitan Merencanakan Gerakan
Yaitu bagaimana otak kita membayangkan apa yang akan kita lakukan dan bagaimana kita akan melakukannya. Bila terdapat kesulitan dalam perencanaan gerakan, justru akan membuat gerakan-gerakan baru yang membuat tindakan menjadi lebih sulit untuk dilakukan.

2. Gangguan dalam Gerak Motorik Kasar
Yaitu gerakan besar yang dilakukan dengan lengan dan kaki misalnya melompat, berlari, memanjat, menangkap, melempar, melompat-lompat dan lain-lain. Anak-anak dengan DCD mungkin juga memiliki otot yang lemah.

3.  Gangguan dalam Gerak Motorik Halus
Yaitu gerakan-gerakan kecil yang dilakukan dengan jari-jari. Contoh keterampilan motorik halus termasuk menggunakan pensil, memegang pisau dan garpu, mengikat tali sepatu atau membuka-tutup ritsleting dan kancing.

4.  Disfungsi Integrasi Sensorik
Anak-anak dengan DCD seringkali mengalami kesulitan dalam memproses informasi yang mereka terima dari indera mereka, yaitu indera penglihatan, pendengaran, pengecapan, penciuman, sentuhan, dan gerakan.

5.  Gangguan Persepsi Visual
Persepsi visual adalah kemampuan untuk memahami apa yang kita lihat. Anak-anak dengan masalah persepsi visual mungkin mengalami masalah dengan memori visual, membedakan antara bentuk yang sama / huruf, kesulitan menyaring informasi visual atau kesulitan dengan susunan spasial.

DAMPAK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI:

* Kesulitan merawat diri sendiri
Anak dengan salah satu karakteristik di atas mungkin mengalami kesulitan dengan sejumlah keterampilan hidup sehari-hari misalnya berpakaian, pergi ke toilet, makan dan mengatur barang-barang.

* Kesulitan dalam Pelajaran dan Olahraga
Seorang anak dengan gangguan perencanaan motorik dan / atau gangguan keterampilan motorik kasar akan mengalami kesulitan untuk berpartisipasi dalam pelajaran dan olahraga, khususnya olahraga yang memerlukan kerjasama tim.

* Kesulitan dalam Menulis
Menulis tangan adalah kegiatan yang kompleks yang menggabungkan banyak ketrampilan sekaligus. Anak-anak dengan DCD sering kesulitan dengan tulisan tangan di sekolah, sehingga tulisan tangan mereka sulit untuk rapi.

* Kesulitan Perhatian dan Konsentrasi
Anak-anak dengan DCD dapat sering mengalami kesulitan mempertahankan perhatian mereka pada tugas yang diberikan. Salah satu alasan kesulitan dengan perhatian ini disebabkan oleh terganggunya pengolahan informasi sensoris.

* Kesulitan dalam Pergaulan Sosial
Sebagai akibat dari karakteristik di atas anak-anak dengan DCD dapat mengalami kesulitan berinteraksi dengan anak-anak lain yang seusia mereka. Gangguan motorik kasar dan motorik halus, kesulitan perencanaan dan disfungsi integrasi sensorik dapat menyulitkan seorang anak untuk terlibat dalam suatu kegiatan atau permainan. Kesulitan bicara dan bahasa dapat membuat sulitnya berkomunikasi dengan orang lain atau memahami aturan permainan sehingga mereka tidak diikutsertakan dalam permainan.

* Gangguan Perilaku
Anak-anak dengan DCD dapat menunjukkan perilaku yang lebih sulit diatur misalnya ketidakpatuhan,
berteriak, menjerit, merengek, mengamuk atau perilaku agresif. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh kesulitan dalam perhatian dan konsentrasi, frustrasi tingkat tinggi sehingga mengurangi motivasi. Jadi, harapan orangtua terhadap anak, pengetahuan orangtua, pengertian dan faktor pengasuhan adalah faktor penting yang harus dipertimbangkan.

* Kesulitan Berbicara dan Berbahasa
Anak dengan DCD dapat mengalami kesulitan dalam bidang-bidang berikut: pemahaman bahasa, bahasa ekspresif dan fonologi (pengucapan).

Editor : Taufiq

Oleh: masadini | Juni 15, 2010

Developmental Milestones

Developmental Milestones

Bayi 0 – 3 Bulan

Perkembangan kognetif  bayi Anda merupakan suatu proses belajar dari daya ingat, bahasa, proses berfikir dan reasoning. Bayi Anda belajar untuk mengenali suara Anda. Dia juga belajar untuk memfokuskan penglihatannya dari sudut matanya ke tengah. Dalam tahap ini, rasa cinta dan percaya bayi Anda terhadap Anda mulai berkembang. Cara Anda memeluk, menyentuh dan bermain dengannya akan membentuk bagaimana dia berinteraksi dengan Anda dan orang lain

Sosial dan Emosional

  • Mulai dapat tersenyum pada orang lain
  • Senang bermain dengan orang lain dan  menangis bila permainan dihentikan
  • Lebih ekspresif dan berkomonikasi melalui gerak tubuh dan wajah
  • Meniru gerakan dan ekpresi wajah

Motorik

  • Mengangkat kepala dan dada ketika tengkurap
  • Menyangga tubuh bagian atas dengan lengan ketika tengkurap
  • Meregangkan kaki dan menendang ketika tengkurap atau terlentang
  • Membuka dan menutup tangan
  • Menjejakkan kaki ketika kaki diletakkan di permukaan datar
  • Memasukan tangan ke mulut
  • Meremas dan menggoyangkan mainan

Penglihatan

  • Memperhatikan wajah
  • Mengikuti benda bergerak
  • Mengenali benda dan orang di sekitarnya
  • Mulai dapat mengkoordinasikan gerakan tangan dan mata

Pendengaran dan Bahasa

  • Tersenyum ketika mendengar suara Anda
  • Mulai mengoceh
  • Mulai menirukan beberapa suara
  • Menoleh kea rah datangnya suara

Bayi 3 – 7 Bulan

Sosial dan Emosional

  • Senang bermain dengan orang lain
  • Tertarik dengan bayangannya di cermin
  • Merespon ekspresi emosi orang lain dan sering tampak senang

Kognitif

  • Menemukan benda yang sedikit tersembunyi
  • Mengekplorasi dengan tangan dan mulut
  • Berusaha meraih benda di luar jangkauan

Bahasa

  • Merespon terhadap namanya sendiri
  • Mengekplorasi dengan tangan dan mulut
  • Mulai merespon kata “tidak”
  • Dapat menyatakan emosi dengan intonasi suara
  • Menggunakan suara untuk mengekpresikan rasa senang dan tidak senang
  • Mengoceh rangkaian suara

Motorik

  • Berguling ke dua arah (depan kebelakang, belakang ke depan)
  • Duduk dengan atau tanpa bantuan tangan
  • Menyokong seluruh berat badan dengan kaki
  • Meraih dengan satu tangan
  • Memindahkan benda dari tangn ke tangan lainnya
  • Menggunakan tangan untuk menarik benda

Penglihatan

  • Mampu melihat semua warna
  • Penglihatan jauh telah berkembang
  • Peningkatan kemampuan mengikuti benda bergerak

7 – 12 Bulan

Sosial dan Emosional

  • Malu dan curiga dengan orang asing
  • Menangis ketika ayah dan ibu meninggalkannya
  • Senang meniru  orang lain ketika bermain
  • Menunjukkan kesenangan terhadap orang dan mainan tertentu
  • Menguji respon orang tua terhadap tingkah lakunya
  • Kadang merasa takut terhadap beberapa situasi
  • Lebih menyenangi ibunya dan atau pengasuhnya daripada orang lain
  • Mengulang suara dan gerak tubuh untuk mencari perhatian
  • Makan dengan tangannya sendiri
  • Meregangkan tangan atau kaki ketika sedang dikenakan baju

Kognitif

  • Mengeksplorasi benda dengan berbagai cara (menggoyangkan, membanting, melempar, menjatuhkan)
  • Menemukan benda tersembunyi dengan mudah
  • Melihat gambar yang benar ketika disebutkan
  • Meniru gerak tubuh
  • Mulai menggunakan benda dengan benar  (minum dari cangkir, menyisir rambut, menelepon, mendengarkan radio)

Bahasa

  • Lebih memperhatikan orang yang berbicara
  • Merespon terhadap perintah sederhana
  • Merespon terhadap “tidak”
  • Menggunakan gerak tubuh sederhana, seperti menggelenggkan kepala untuk menyatakan  “tidak”
  • Mengoceh dengan perubahan intonasi
  • Berkata “dada” dan  “mama”
  • Mencoba untuk meniru kata-kata

Motorik Kasar

  • Duduk tanpa bantuan
  • Merangkak dengan perutnya
  • Posisi merangkak
  • Merangkak dengan tangan dan lutut
  • Mengubah posisi dari duduk menjadi merangkak atau tengkurap
  • Berusaha untuk berdiri
  • Berjalan dengan berpegangan pada perabotan
  • Berdiri sebentar tanpa bantuan
  • Berjalan dua atau tiga langkah tanpa bantuan

Motorik Halus

  • Menjimpit
  • Membenturkan dua benda
  • Meletakan benda ke dalam wadah
  • Mengambil benda dari wadahnya
  • Melepaskan benda dengan sengaja
  • Menunjuk
  • Mencoba untuk meniru gambar

1 – 2 Tahun

Pada Masa ini, anak Anda menjadi lebih aktif bergerak dan awas terhadap dirinya dan sekitarnya. Keinginannya untuk menyelidiki benda dan orang baru meningkat. Pada tahap ini anak Anda akan menunjukkan kemandiriannya, mulai untuk menunjukkan perilaku membangkang, mengenali dirinya dalam gambar dan cermin, serta meniru tingkah laku orang lain, khususnya orang dewasa dan anak – anak yang lebih tua.

Sosial

  • Meniru tingkah laku orang lain, khususnya orang dewasa dan anak-anak yang lebih tua
  • Menyadari bahwa dirinya berbeda dengan orang lain
  • Lebih tertarik terhadap kumpulan anak-anak lain

Emosional

  • Menunjukan peningkatan kemandirian
  • Mulai menunjukan perilaku membangkang
  • Merasa cemas terhadap perpisahan hingga pertengahan tahun kemudian menghilang

Kognitif

  • Menemukan benda walaupun disembunyikan di bawah dua atau tiga penutup
  • Mulai memilah-milah berdasarkan bentuk dan warna
  • Mulai “make believe play”

Bahasa

  • Menunjuk benda atau gambar ketika disebutkan padanya
  • Mengenali nama orang yang dikenalnya, benda dan bagian tubuh
  • Mengatakan beberapa kata tunggal  ( 15 – 18  bulan )
  • Menggunakan frase sederhana (18 – 24 bulan )
  • Menggunakan kalimat dengan 2 – 4 kata
  • Mengikuti perintah sederhana
  • Mengulang kata-kata yang sering didengar dalam percakapan

Motorik Kasar

  • Berjalan sendiri
  • Menarik mainan di belakangnya ketika berjalan
  • Membawa mainan yang besar atau beberapa mainan ketika berjalan
  • Mulai bisa berlari
  • Berjinjit
  • Menendang bola
  • Memanjat dan menuruni perabotan tanpa bantuan
  • Naik turun tangga dan dengan berpegangan

Motorik Halus

  • Menggambar sendiri
  • Membalikkan wadah untuk mengeluarkan isinya
  • Membangun menara dari 4 buah balok atau lebih
  • Menggunakan satu tangannya lebih sering dibandingkan tangannya yang lain

2 – 4 Tahun

Karena keinginan anak Anda untuk menunjukkan kemandiriannya, tahap ini dikenal dengan “Usia 2 tahun yang merepotkan”. Namun, ini dapat menjadi begitu menyenangkan bagi Anda dan si anak. Dia akan mengalami perubahan besar pada inteklektual, sosial dan emosionalnya yang akan membantunya menjelajahi dan merasakan dunianya yang baru

Sosial

  • Tertarik dengan pengalaman-pengalaman baru
  • Bekerjasama dengan anak-anak lain
  • Bermain dengan “Ayah” atau “Ibu”
  • Senang bermain fantasi
  • Berpakaian dan membuka pakaian
  • Lebih mandiri

Emosional

  • Memandang diri sendiri sebagai orang seutuhnya, yaitu tubuh, pikiran  dan perasaan
  • Sering tidak dapat membedakan mana fantasi dan realitas

Kognitif

  • Mampu menunjukkan dan menyebutkan nama warna dengan benar
  • Mengerti konsep berhitung dan mengetahui beberapa angka
  • Berusaha memecahkan masalah dari satu sudut pandang
  • Mulai memiliki kemampuan membedakan waktu
  • Mengikuti 3 perintah
  • Menceritakan kembali sebagian kecil cerita
  • Mengerti konsep dari “sama” dan  “berbeda”
  • Bermain dalam permainan fantasi

Bahasa

  • Menguasai beberapa dasar gramatika bahasa
  • Berbicara dalam 5 hingga 6 kata
  • Bercerita

Motorik kasar

  • Melompat dan berdiri dengan satu kaki selama 5 detik
  • Naik dan turun tangga tanpa bantuan
  • Menendang bola ke depan
  • Melempar bola
  • Kadang dapat menangkap bola yang dipantulkan ke lantai
  • Bergerak maju dan mundur dengan cepat

Motorik Halus

  • Mencontoh gambar segi empat
  • Menggambar orang dengan satu atau atau empat bagian tubuh
  • Menggunakan gunting

4 – 5 Tahun

Saat anak Anda masuk pada masa ini, dunianya mulai terbuka. Dia menjadi lebih mandiri dan lebih memusatkan perhatian pada orang dewasa dan anak-anak di luar keluarga. Dia ingin tahu dan sering bertanya tentang apa yang ada di sekitarnya. Interaksinya dengan keluarga dan orang disekelilingnya akan membantunya untuk membentuk kepribadian dan caranya sendiri dalam berpikir dan bergerak

Sosial

  • Ingin menyenangkan Teman
  • Ingin menjadi seperti temannya
  • Cenderung mengikuti peraturan
  • Senang menyanyi, menari, dan bermain peran
  • Menunjukkan kemandirian yang lebih, bahkan dapat mengunjungi tetangga sebelah seorang diri

Emosional

  • Lebih awas terhadap perbedaan jenis kelamin
  • Mampu membedakan fantasi dan realitas
  • Kadang suka menuntut, kadang menurut

Kognitif

  • Dapat menghitung 10 atau lebih obyek
  • Mampu menyebutkan paling sedikit 4 jenis warna
  • Lebih mengerti konsep waktu
  • Mengetahui fungsi benda-benda  yang digunakan sehari-hari di rumah

Bahasa

  • Menceritakan kembali sebagian cerita
  • Berbicara suatu kalimat lebih dari 5 kata
  • Menceritakan cerita yang lebih panjang
  • Menyebutkan nama dan alamat

Motorik Kasar

  • Berdiri dengan satu kaki lebih dari 10 detik
  • Melompat dan jungkir balik
  • Berayun dan memanjat

Motorik Halus

  • Menggambar segitiga dan bentuk-bentuk lain
  • Menggambar orang dengan badan
  • Menulis beberapa huruf
  • Berpakaian dan membuka pakaian tanpa dibantu
  • Menggunakan garpu dan sendok
  • Mulai peduli dengan kebiasaan

6 – 8 Tahun

Masa ini membawa perubahan besar pada kehidupan anak Anda. Mengembangkan kemandirian dalam lingkungan keluarga menjadi begitu penting. Mulainya masa sekolah membawanya berhubungan dengan dunia yang lebih besar. Persahabatan menjadi lebih penting. Kemampuan fisik, sosial, dan mental berkembang cepat. Masa ini penting unutk mengembangkan rasa percaya diri dalam berbagai hal

Emosional / Sosial

  • Lebih mandiri
  • Memiliki kemampuan yang baik untuk membedakan yang benar dan salah
  • Mulai berpikir tentang masa depannya
  • Memulai perhatian yang lebih untuk pertemanan dan kerja kelompok
  • Mempunyai keinginan untuk disenangi dan diterima oleh teman-teman

Kognitif

  • Perkembangan pesat intelektual
  • Memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menceritakan pengalaman dan pengungkapan ide dan perasaan
  • Lebih peduli terhadap orang lain

9 – 11 Tahun

Kemandirian anak Anda dari keluarga dan ketertarikan dalam pertemanan semakin jelas pada masa ini. Pergaulan sehat sangat penting bagi perkembangan anak Anda, namun tekanan teman sebaya juga begitu kuat. Anak-anak yang merasa nyaman dengan dirinya lebih mampu untuk menahan tekanan negatif dari teman sebaya. Masa ini merupakan masa yang penting untuk meningkatkan rasa tanggung jawab seiring dengan kemandiriannya. Masa ini merupakan masa puber, terutama pada anak perempuan.

Pada masa ini anak Anda

  • Mempunyai hubungan pertemanan dengan sebayanya yang lebih kompleks. Dimana hubungan itu akan menjadi penting secara emosional
  • Mengalami tekanan yang lebih besar dari teman sebayanya
  • Menjadi lebih bebas dari keluarganya
  • Menyadari perubahan pada tubuhnya bersamaan dengan datangnya masa pubertas/akil baliq
  • Menghadapi lebih banyak tantangan akademis di sekolah

12 – 14 Tahun

Pada masa remaja awal ini terjadi berbagai perubahan fisik, emosional, dan mental pada anak. Hormon-hormon berubah saat masa pubertas dimulai. Pada anak laki-laki mulai tumbuh rambut pada wajah dan rambut kemaluan, dan suaranya juga akan menjadi lebih rendah. Pada anak perempuan payudara mulai berkembang dan mulai menstruasi. Mereka dapat merasa cemas dengan perubahan ini. Pada masa ini juga sangat rentan terhadap tekanan teman-teman sebaya untuk memakai alcohol, rokok, obat-obatan terlarang dan hubungan seksual

Emosional/Sosial

  • Lebih peduli terhadap penampilan dan cara berpakaian
  • Mulai fokus terhadap diri sendiri
  • Mood yang labil
  • Lebih tertarik dan dipengaruhi oleh teman sebayanya
  • Berkurangnya perhatian kepada orang tuanya. Kadang terlihat kasar  dan emosi
  • Gangguan atau perubahan pola makan biasanya muncul pada usia ini

Mental/Kognitif

  • Kemampuan lebih untuk mengungkapkan ide dan kompleks
  • Mampu mengekpresikan perasan melalui percakapan
  • Banyak remaja yang kadang merasa sedih atau depresi

15 – 17 Tahun

Masa ini adalah masa terjadinya perubahan fisik, mental, kognetif dan seksual pada anak remaja Anda. Kebanyakan anak perempuan sudah matang secara fisik dan telah selesai mengalami masa pubertas, sedangkan anak laki-laki masih mengalami masa pertumbuhan. Pada masa ini remaja juga mengembangkan kepribadiannya yang unik

Emosional/Sosial

  • Meningkatnya ketertarikan terhadap lawan jenis
  • Berkurangnya konflik dengan orang tua
  • Meningkatnya kemandirian
  • Berkurangnya waktu yang dihabiskan bersama orang tua dan lebih bayak bersama teman sebayanya

Mental/Kognitif

  • Memiliki kemampuan untuk bekerja lebih teratur
  • Lebih perhatian terhadap masa depan
  • Telah dapat membedakan yang baik dan yang buruk
  • Kesedihan atau depresi yang dapat mengarah kepada penurunan prestasi sekolah, penggunaan narkoba, seks bebas, pikiran bunuh diri dan lain-lain
Oleh: masadini | Juni 15, 2010

Waspadai Keterlambatan Tumbuh Kembang Anak Anda

Kebanyakan para orang tua baru merasa ada yang salah pada anak ketika usia 1 tahun atau lebih, anak belum bisa bicara atau berjalan. Di saat kemampuan anak tak sesuai dengan anak-anak lain seusianya, orang tua sepatutnya curiga dengan proses tumbuh kembang buah hatinya karena ketidakmampuan tersebut bisa jadi merupakan pertanda awal adanya keterlambatan tumbuh kembang anak anda

Usia pertumbuhan dan perkembangan pada anak yaitu usia 0 – 5 tahun adalah masa-masa di mana anak belajar berbagai macam hal, seperti bicara, jalan, mengerti benda-benda di sekelilingnya, mengenal angka dan huruf, serta belajar mengerjakan hal sehari-hari. Pada anak mengalami gangguan tumbuh kembang, proses pembelajaran ini terhambat sehingga ketika seharusnya kemampuan tersebut sudah dikuasai, anak masih belum menguasai secara maksimal.

Oleh: masadini | Juni 15, 2010

Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Anak tumbuh, berkembang dan belajar sepanjang hidupnya, dimulai saat lahir. Perkembangan anak dapat diikuti dari bagaimana ia bermain, belajar, berbicara dan tingkah laku. Keterampilan seperti langkah pertama, tersenyum untuk pertama kali dan melambaikan tangan adalah berbagai macam milestones tumbuh kembang anak. Anak-anak akan mencapai milestones dalam bidang seperti bermain, belajar, kemampuan bahasa, bertingkah laku, dan motorik (merangkak, berjalan, dll)

Keterlambatan tumbuh kembang adalah dimana anak Anda tidak mencapai milestones tersebut pada saat yang sama dengan anak-anak lain sebayanya. Jika anak Anda tidak berkembang dengan semestinya, ada hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak Anda. Dengan bantuan Anda, anak Anda dapat mencapai potensi maksimalnya.

Dokter Anda akan melakukan skrining untuk mengetahui apakah anak Anda telah memepelajari keterampilan-keterampilan tertentu disaat yang tepat, ataukah anak Anda mengalami masalah dalam perkembangnannya. Dokter Anda akan bertanya kepada Anda, atau berbicara dan bermain dengan anak Anda selama pemeriksaan untuk mengetahui bagaimana anak Anda belajar, berbicara, bertingkah laku dan bergerak.

Jika keterlambatan tumbuh kembang tidak dikenali sejak dini, intervensi yang dibutuhkan oleh anak juga akan terlambat. Hal ini selanjutnya dapat menyebabkan kesulitan belajar saat masuk sekolah. Di Amerika Serikat 17 persen anak-anak mengalami gangguan tumbuh kembang seperti autisme, retardasi mental, ataupun ADHD. Selain itu, banyak anak-anak mengalami keterlambatan dalam bahasa dan area lainnya. Tetapi lebih dari separuh anak-anak tersebut telah diidentifikasi sebelum masuk usia sekolah, sehingga mendapatkan intervensi yang tepat oleh dokter anak dan kemungkinan mampu untuk masuk sekolah dan belajar seperti anak-anak seusianya.

Berikut ini adalah beberapa penyakit tumbuh kembang yang sering terjadi. Diharapkan dengan mengenali gejala-gejala sejak dini, intervensi dapat diberikan sedini mungkin, sehingga didapatkan hasil yang maksimal

TERAPI OKUPASI

Terapi Okupasi merupakan bagian dari rehabilitasi medik bertujuan membantu individu dengan kelainan dan atau gangguan fisik, mental maupun sosial, dengan penekanan pada aspek sensomotorik dan neurologis. Terapi Okupasi memperhatikan aset (kelebihan) dan limitasi (kekurangan) yang dimiliki anak dengan memberikan manajemen aktifitas yang bertujuan dan bermakna. Dengan cara ini diharapkan anak mampu mandiri dalam aktifitas & produktifitas  akademik/sekolah, komunikasi, perawatan diri, dan bermain, sehingga tumbuh kembang anak optimal.

SENSORI INTEGRASI (SI)

Sensori Integrasi dapat membantu anak secara memadai dalam integrasi proses sensori sehingga anak tersebut dapat mencapai kemampuan:

–       Akademik/sekolah

–       Berfikir abstrak

–       Berkonsentrasi

–       Mengolah informasi dengan tepat

–       Mengorganisasi tugas-tugas perkembangan

–       Kontrol diri

–       Percaya diri

–       Fungsi spesialisasi bagian-bagian tubuh, termasuk mengoptimalkan kemampuan otak kiri dan kanan.

–       Mengembangkan harga diri.

Kemampuan tersebut dibutuhkan anak untuk mencapai keberhasilan dalam pendidikan serta berinteraksi dengan lingkungannya

SNOEZELEN

Snoezelen adalah sebuah aktifitas yang bertujuan merangsang sistem susunan saraf pusat (otak) melalui pemberian stimulasi  sensoris seperti penglihatan, pendengaran, penciuman, sentuhan, sistem vestibular (keseimbangan) dan proprioceptif, agar anak dapat mencapai relaksasi atau aktifitas untuk  meningkatkan kualitas hidupnya.

Media yang digunakan antara lain : efek lampu, permukaan taktil, musik lembut, dan aroma terapi.

Snoezelen membantu dalam memenuhi kebutuhan individu sehingga mencapai kemampuan :

–          Relaksasi

–          Eksplorasi

–          Ekspresi diri

–          Rasa percaya diri

–          Harga diri

KELAINAN YANG PERLU TERAPI INI

Anak yang perlu terapi ini adalah gangguan perilaku, Autisme, Sindrom Down, GPPH (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas), Sindrom Asperger, Kesulitan belajar, gangguan bicara, serebral palsi, gangguan perkembangan lainnya.

KIAT SUKSES

–         Tidak boleh menunda terapi, makin cepat makin baik. Ingat masa emas    pertumbuhan otak anak adalah 3 tahun pertama. Kita berpacu dengan waktu.

–         Harus rutin, makin sering diterapi makin baik.

–         Lakukan juga stimulasi dirumah, karena sebagian besar waktu anak            adalah di rumah.

–         Kerjasama tim (orangtua-dokter-terapis) harus kuat.

–         Anak tidak dianjurkan nonton TV tanpa pendampingan.

Oleh: masadini | Juni 9, 2010

Apakah Tumbuh Kembang Itu

PERTUMBUHAN ( Growth) berkaitan dengan perubahan dalam ukuran fisik, oleh karena itu pertumbuhan dapat diukur dalam sentimeter dan dalam kilogram. Pengukuran meliputi panjang badan atau tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala yang harus dilakukan secara rutin dan berkala untuk mengetahui bagaimana pertumbuhan anak. Semua hasil pengukuran dicatat dalam suatu tabel. Tabel standar yang digunakan adalah CDC Growth Chart

PERKEMBANGAN (Development) berkaitan dengan pematangan dan penambahan kemampuan fungsi organ serta menunjukan bertambahnya keterampilan dan fungsi kompleks. Kedua proses ini merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling terkait yaitu faktor genetik, lingkungan bio-fisiko-sosial dan faktor perilaku yang terjadi secara sinkron. Proses ini bersifat individual dan unik sehingga memberi hasil akhir yang berbeda dan ciri tersendiri pada setiap anak

Anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda-beda. Namun demikian, ada rentang waktu yang perlu diperhatikan untuk memberi peringatan apakah anak berkembang dengan normal. Berikut ini milestones atau tonggak-tonggak perkembangan anak yang dapat membantu anda mengamati perkembangan anak anda

Older Posts »

Kategori