Oleh: masadini | Juni 10, 2010

Terapi Okupasi (Sensori Integrasi dan Snoezellen)

TERAPI OKUPASI

Terapi Okupasi merupakan bagian dari rehabilitasi medik bertujuan membantu individu dengan kelainan dan atau gangguan fisik, mental maupun sosial, dengan penekanan pada aspek sensomotorik dan neurologis. Terapi Okupasi memperhatikan aset (kelebihan) dan limitasi (kekurangan) yang dimiliki anak dengan memberikan manajemen aktifitas yang bertujuan dan bermakna. Dengan cara ini diharapkan anak mampu mandiri dalam aktifitas & produktifitas  akademik/sekolah, komunikasi, perawatan diri, dan bermain, sehingga tumbuh kembang anak optimal.

SENSORI INTEGRASI (SI)

Sensori Integrasi dapat membantu anak secara memadai dalam integrasi proses sensori sehingga anak tersebut dapat mencapai kemampuan:

–       Akademik/sekolah

–       Berfikir abstrak

–       Berkonsentrasi

–       Mengolah informasi dengan tepat

–       Mengorganisasi tugas-tugas perkembangan

–       Kontrol diri

–       Percaya diri

–       Fungsi spesialisasi bagian-bagian tubuh, termasuk mengoptimalkan kemampuan otak kiri dan kanan.

–       Mengembangkan harga diri.

Kemampuan tersebut dibutuhkan anak untuk mencapai keberhasilan dalam pendidikan serta berinteraksi dengan lingkungannya

SNOEZELEN

Snoezelen adalah sebuah aktifitas yang bertujuan merangsang sistem susunan saraf pusat (otak) melalui pemberian stimulasi  sensoris seperti penglihatan, pendengaran, penciuman, sentuhan, sistem vestibular (keseimbangan) dan proprioceptif, agar anak dapat mencapai relaksasi atau aktifitas untuk  meningkatkan kualitas hidupnya.

Media yang digunakan antara lain : efek lampu, permukaan taktil, musik lembut, dan aroma terapi.

Snoezelen membantu dalam memenuhi kebutuhan individu sehingga mencapai kemampuan :

–          Relaksasi

–          Eksplorasi

–          Ekspresi diri

–          Rasa percaya diri

–          Harga diri

KELAINAN YANG PERLU TERAPI INI

Anak yang perlu terapi ini adalah gangguan perilaku, Autisme, Sindrom Down, GPPH (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas), Sindrom Asperger, Kesulitan belajar, gangguan bicara, serebral palsi, gangguan perkembangan lainnya.

KIAT SUKSES

–         Tidak boleh menunda terapi, makin cepat makin baik. Ingat masa emas    pertumbuhan otak anak adalah 3 tahun pertama. Kita berpacu dengan waktu.

–         Harus rutin, makin sering diterapi makin baik.

–         Lakukan juga stimulasi dirumah, karena sebagian besar waktu anak            adalah di rumah.

–         Kerjasama tim (orangtua-dokter-terapis) harus kuat.

–         Anak tidak dianjurkan nonton TV tanpa pendampingan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: