Oleh: masadini | Juli 26, 2010

D C D (Developmental Coordination Disorder)

D C D (Developmental Coordination Disorder)

Developmental Coordination Disorder adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kesulitan seseorang dalam mengembangkan keterampilan gerakannya. Kondisi ini mempengaruhi anak dalam mengerjakan tugas sehari-hari di rumah, dalam bermain dan di lingkungan sekolah.

Penyebab DCD belum diketahui secara pasti. Yang diketahui pada gangguan ini adalah timbulnya kesulitan dalam pengolahan informasi antara otak dan tubuh, yang mempengaruhi kemampuan anak untuk bergerak secara efektif.

Gangguan ini tidak hanya berdampak pada anak secara langsung, tetapi juga berdampak secara tidak langsung pada saudara kandung, orang tua, keluarga yang lebih luas, teman-teman dan guru. Bukti menunjukkan bahwa anak-anak tidak terbebas dari DCD. Gangguan ini dapat berlanjut hingga ke masa remaja dan kadang-kadang dalam kehidupan dewasa.

KARAKTERISTIK DCD – Ruang Lingkup Disfungsi :

1. Dyspraxia – Kesulitan Merencanakan Gerakan
Yaitu bagaimana otak kita membayangkan apa yang akan kita lakukan dan bagaimana kita akan melakukannya. Bila terdapat kesulitan dalam perencanaan gerakan, justru akan membuat gerakan-gerakan baru yang membuat tindakan menjadi lebih sulit untuk dilakukan.

2. Gangguan dalam Gerak Motorik Kasar
Yaitu gerakan besar yang dilakukan dengan lengan dan kaki misalnya melompat, berlari, memanjat, menangkap, melempar, melompat-lompat dan lain-lain. Anak-anak dengan DCD mungkin juga memiliki otot yang lemah.

3.  Gangguan dalam Gerak Motorik Halus
Yaitu gerakan-gerakan kecil yang dilakukan dengan jari-jari. Contoh keterampilan motorik halus termasuk menggunakan pensil, memegang pisau dan garpu, mengikat tali sepatu atau membuka-tutup ritsleting dan kancing.

4.  Disfungsi Integrasi Sensorik
Anak-anak dengan DCD seringkali mengalami kesulitan dalam memproses informasi yang mereka terima dari indera mereka, yaitu indera penglihatan, pendengaran, pengecapan, penciuman, sentuhan, dan gerakan.

5.  Gangguan Persepsi Visual
Persepsi visual adalah kemampuan untuk memahami apa yang kita lihat. Anak-anak dengan masalah persepsi visual mungkin mengalami masalah dengan memori visual, membedakan antara bentuk yang sama / huruf, kesulitan menyaring informasi visual atau kesulitan dengan susunan spasial.

DAMPAK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI:

* Kesulitan merawat diri sendiri
Anak dengan salah satu karakteristik di atas mungkin mengalami kesulitan dengan sejumlah keterampilan hidup sehari-hari misalnya berpakaian, pergi ke toilet, makan dan mengatur barang-barang.

* Kesulitan dalam Pelajaran dan Olahraga
Seorang anak dengan gangguan perencanaan motorik dan / atau gangguan keterampilan motorik kasar akan mengalami kesulitan untuk berpartisipasi dalam pelajaran dan olahraga, khususnya olahraga yang memerlukan kerjasama tim.

* Kesulitan dalam Menulis
Menulis tangan adalah kegiatan yang kompleks yang menggabungkan banyak ketrampilan sekaligus. Anak-anak dengan DCD sering kesulitan dengan tulisan tangan di sekolah, sehingga tulisan tangan mereka sulit untuk rapi.

* Kesulitan Perhatian dan Konsentrasi
Anak-anak dengan DCD dapat sering mengalami kesulitan mempertahankan perhatian mereka pada tugas yang diberikan. Salah satu alasan kesulitan dengan perhatian ini disebabkan oleh terganggunya pengolahan informasi sensoris.

* Kesulitan dalam Pergaulan Sosial
Sebagai akibat dari karakteristik di atas anak-anak dengan DCD dapat mengalami kesulitan berinteraksi dengan anak-anak lain yang seusia mereka. Gangguan motorik kasar dan motorik halus, kesulitan perencanaan dan disfungsi integrasi sensorik dapat menyulitkan seorang anak untuk terlibat dalam suatu kegiatan atau permainan. Kesulitan bicara dan bahasa dapat membuat sulitnya berkomunikasi dengan orang lain atau memahami aturan permainan sehingga mereka tidak diikutsertakan dalam permainan.

* Gangguan Perilaku
Anak-anak dengan DCD dapat menunjukkan perilaku yang lebih sulit diatur misalnya ketidakpatuhan,
berteriak, menjerit, merengek, mengamuk atau perilaku agresif. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh kesulitan dalam perhatian dan konsentrasi, frustrasi tingkat tinggi sehingga mengurangi motivasi. Jadi, harapan orangtua terhadap anak, pengetahuan orangtua, pengertian dan faktor pengasuhan adalah faktor penting yang harus dipertimbangkan.

* Kesulitan Berbicara dan Berbahasa
Anak dengan DCD dapat mengalami kesulitan dalam bidang-bidang berikut: pemahaman bahasa, bahasa ekspresif dan fonologi (pengucapan).

Editor : Taufiq


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: