Oleh: masadini | November 1, 2012

SENAM BAYI

  1. Pengertian Senam Bayi

Senam bayi merupakan latihan untuk membantu stimulasi pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf dan motorik bayi secara optimal. Melalu senam bayi, kedekatan (bonding) antara ibu dan si kecil akan semakin kuat. Dengan senam bayi kita juga bisa mengetahui perkembangan yang salah pada bayi secara dini, sehingga kita dapat melakukan tindakan antisipasi yang tepat agar bayi tumbuh normal.

Senam juga memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenali dirinya sendiri dalam perkembangan yang normal dan dalam pola sikap normal yang sedang berkembang, juga perkembangan otot terkait. Senam bayi sangat penting untuk menguatkan otot-otot dan juga sendi-sendi pada bayi sebagai persiapan bayi untuk duduk, berdiri dan berjalan. Senam bayi dilakukan berdasarkan pola perkembangan bayi.

Mengenal Perkembangan Bayi

  1. 1.      Dasar-Dasar Perkembangan Gerak Normal

Orangtua perlu mengetahui perkembangan motorik bayi. Ini dimaksudkan agar program senam yang dilakukan berjalan sesuai dengan sasaran.

a. Perkembangan gerakan atau keterampilan motorik dimulai dari arah kepala ke kaki.

Dari posisi meringkuk saat dalam kandungan lalu menggerakkan kepala setelah lahir. Gerakan awalnya, bayi dapat mengontrol kepala dan matanya, kemudian menggerakkan kedua tangan dan seterusnya.

b. Dari gerakan yang dekat ke tubuh ke gerakan menjauhi tubuh.

Bahu lebih dekat ke tubuh daripada tangan. Dalam perkembangannya bahu harus lebih stabil terlebih dahulu sebelum melakukan gerakan tangan. Stabilisasi punggung diperlukan sebagai keseimbangan dan menjadi landasan untuk melakukan keterampilan tangan.

c. Dari gerakan otot-otot besar ke gerakan otot-otot halus.

Tahun pertama bayi berkembang dengan cepat dalam mengontrol gerakan motorik kasarnya seperti telentang, tengkurap, duduk, berdiri dan berjalan. Dan keterampilan motorik halusnya, seperti memegang sesuatu dan menulis.

d. Dari gerakan simetris menjadi gerakan terpisah-pisah.

Bayi lahir dalam posisi simetris, bisa menendang dengan kedua kakinya, kemudian mulai memperlihatkan gerakan menendang dengan kaki bergantian.

e. Dari posisi yang stabil ke posisi yang bergerak.

Bayi yang baru lahir belum dapat bergerak atau mengontrol tubuh dengan baik. Dengan meningkatnya kekuatan otot dan stabilitas sendi, mereka mulai bergerak dan harus bisa menjaga keseimbangan serta mengontrol tubuhnya.

f. Dari gerakan yang bersifat refleks ke gerakan otomatis, kemudian menjadi gerakan yang disadari.

Misalnya, jika bayi baru lahir disentuh disekitar bibirnya maka akan menoleh ke arah yang disentuh. Refleks ini berkembang menjadi kepandaian menelan makanan atau menolak makanan yang tidak disukainya.

g. Dari posisi yang mudah untuk menahan keseimbangan menuju posisi yang lebih sulit.

Duduk dilantai lebih mudah bagi bayi daripada duduk ditempat yang lebih tinggi.

  1. 2.    Perkembangan Motorik Kasar Tahun Pertama

Pada dasarnya, perkembangan motorik kasar pada usia 1-12 bulan terdiri atas beberapa tahap. Mulai dari telentang, tengkurap, duduk, merangkak, berdiri, sampai berjalan. Berikut tonggak-tonggak perkembangan motorik bayi yang harus diingat orangtua untuk mengontrol perkembangan motorik anak.

  1. 1-3 Bulan

1)      –    Mengangkat kepala 45-90º.

–    Menumpu pada dua lengan bawah.

2)      –   Mempertahankan kepala tegak, paling sedikit tiga menit.

–    Kaki menendang aktif.

–    Pinggul dapat lurus dengan permukaan tempat tidur.

3)      –   Menggerakkan kedua tangan ke arah tengah, berusaha meraih mainan kearahnya.

    2. 4-6 Bulan

1)      –   Menumpu badan dengan kedua tangan lurus.

–   Melakukan gerakan seperti berenang.

2)      –   Berguling, dari terlentang ke tengkurap dan sebaliknya.

3)      –   Jika ditarik kearah duduk, sudah mengatur sikap kepala dalam keadaan lurus.

    3. 7-9 Bulan

1)      –    Duduk dengan tangan menumpu di depan badan.

2)      –    Berputar-putar dan merayap maju.

–    Onggong-onggong.

3)      –    Berusaha duduk dari posisi tidur.

–    Mencoba berlutut dan berdiri.

     4. 10-12 Bulan

1)      –    Merangkak.

–    Duduk dari posisi tidur.

–    Berdiri sendiri.

2)      –  Berjalan atau merambat dengan satu tangan berpegangan.

3)      –  Beberapa anak sudah mampu berjalan dengan sedikit bantuan atau sendiri.

  1. 3.      Syarat Melakukan Senam Bayi

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan senam bayi yaitu sebagai berikut :

  1. Senam bayi sebaiknya baru dilakukan mulai pada akhir bulan ke-3.
  2. Senam bayi hanya boleh diterapkan pada anak yang sehat.
  3. Otot kepala dan leher bayi sudah kuat.
  4. Bayi tidak mengalami kelainan bawaan, demam, diare, kejang-kejang atau penyakit lain yang disarankan dokter tidak melakukan banyak aktivitas.
  5. Bayi tidak dalam kedaan lapar.
  6. Bayi sudah selesai makan satu jam yang lalu.
  7. Tidak memaksakan bayi melakukan posisi dan gerakan tertentu.
  8. Pada waktu melakukan senam bayi sebaiknya anak menggunakan pakaian yang nyaman/anak sudah tidak memakai baju.
  1. 4.      Manfaat Senam Bayi

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari senam bayi :

  1. Menguatkan otot-otot dan persendian.
  2. Meningkatkan perkembangan motorik.
  3. Meningkatkan fleksibilitas atau daya kelenturan tubuh.
  4. Meningkatkan koordinasi dan keseimbangan.
  5. Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan fungsi tubuh.
  6. Meningkatkan kewaspadaan.
  7. Memperkuat interaksi antara orang tua dan anaknya.
  8. Memperlancar peredaran darah dan memperkuat jantung.
  9. Memudahkan orangtua mendeteksi secara dini adanya gangguan atau hambatan pertumbuhan dan perkembangan.
  10. Meningkatkan kemampuan bayi merespon rangsang dari lingkungan.
  11. Memberi kesempatan kepada bayi untuk bereksplorasi dengan bagian tubuhnya sendiri.
  1. 5.      Gerakan Senam Bayi
    1. Gerakan Senam Bayi Untuk usia 3-5 Bulan

                  Gerakan 1

Memalingkan kepala ke dua arah.

Image        Manfaat :

             Dengan latihan ini dapat menunjang keleluasaan gerakan kepala yang tidak dari mulanya  dikuasai anak.

                   Gerakan 2

                   Permainan tangan-wajah,

                   Usapkan tangan anak ke mukanya,

                   untuk itu tangan anak harus benar-benar terbuka.

Image

Manfaat :

Melalui permainan tangan-wajah, anda menunjang perkembangan tangan, dan melalui tangan anak menemukan wajahnya.

                  Gerakan 3

                  Gosok-gosokkan kedua telapak tangannnya,

                  sampai kedua telapak tangannya itu  benar-benar terbuka.

ImageManfaat :

Latihan dilakukan untuk menegakkan tulang belakang pada bagian leher dan dada, anak akan mengangkat kepala dengan sendirinya ke atas dan dengan begitu meregangkan otot-otot tengkuknya.

                  Gerakan 4

Angkatlah kedua lengan anak sampai dadanya terangkat dari alas.

Image

Manfaat :

Melalui latihan ini anak akan menengadahkan kepalanya, dan tulang belakangnya lurus sampai dengan bagian dada dan bahu.

                  Gerakan 5                  

Image

Manfaat :

Dengan latihan ini anda menunjang pembentukan lekukan telapak pada kaki anak anda dan mencegah terjadinya foot flat atau “kaki leper”.

                   Gerakan 6

Angkat tungkai kanan bawah anak ke atas,

                   Lakukan bergantian dengan tungkai kiri.

Image

                   Gerakan 7

Angkat kaki kanan anak menyilang ke kaki kiri,

                    Lakukan bergantian dengan kaki kirinya.

Image

Manfaat gerakan 6 dan 7 :

Dengan latihan ini akan meningkatkan kekuatan otot perut dan tulang belakang bagian bawah, serta menambah kemampuan gerak dan kelenturan otot tubuh anak.

                   Gerakan 8

                   Posisikan anak tidur miring ke sisi kanan.

                   Bantu dengan tangan anda yang menekan

                   dan mendorong bokong dan punggung anak secara perlahan-lahan.

ImageManfaat :

Melatih anak meraih dalam posisi menyilang, melatih perubahan berat badan pada posisi menyilang, menstimulasi gerakan berguling (rolling) ke arah perut, dan koordinasi tangan dan mata.

Catatan :

– Setiap gerakan dilakukan 3-5 kali hitungan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: